Hartadinata Ekspansi Gerai Pegadaian

Pada 20 Sep 2018 Jam 11:51 · Dibaca 152


JAKARTA – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) berencana membentuk anak usaha di bidang pegadaian. Perseroan telah mendapatkan persetujuan pemegang saham terkait rencana itu, dan akan menunggu izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Direktur Utama Hartadinata Abadi Sandra Sunanto mengatakan, pihaknya mengharapkan seluruh perizinan bisa selesai dalam dua bulan ke depan. Tahap awal, perseroan akan melakukan penetrasi gerai-gerai pegadaian miliknya di Jawa Barat sebelum ekspansi ke wilayah lain.

“Investasinya Rp 3,5 miliar. Sebetulnya tidak material karena bisnis pegadaian tidak butuh modal banyak, jadi kami tidak sediakan produk apapun, hanya jasa saja. Tempat juga tidak terlalu wah, untuk space kecil juga sudah bisa jalan,” kata Sandra di Jakarta, pekan lalu.

Dia menegaskan, usaha tersebut bisa beroperasi pada kuartal IV-2018. Persiapan untuk mendirikan anak usaha tersebut sudah dimulai sejak Maret tahun ini. Perseroan juga sudah menginvestasikan dana untuk persiapan dan rencana penyertaan modal.

Tahap awal, perseroan akan membangun gerai pegadaian berdampingan dengan gerai- gerai perhiasan miliknya. “Kalau pegadaian itu kecil kontribusinya, pegadaian kalau dapat izin bulan depan paling kami buka dua gerai tahun ini. Proyeksinya tahun ini (gerai) pegadaian baru dua,” tuturnya.

Sementara itu, untuk ekspansi gerai perhiasan, perseroan akan mengembangkan gerai di luar Jawa. “Tahun ini, kami mau tambah lagi di Palembang dan Medan. Mungkin akhir tahun akan tambah empat sampai lima gerai,” ujar Sandra.

Sampai Agustus 2018, perusahaan memiliki 32 gerai, yang terdiri atas 28 gerai ACC dan empat gerai Claudia dan Celine Jewellery. Dalam dua tahun ke depan, perseroan menargetkan total gerai ACC sebanyak 100 gerai. Karena itu, perusahaan akan menerbitkan instrumen surat utang jangka menengah atau (medium term notes/ MTN) untuk memenuhi kebutuhan modal tersebut.

“Kalau sampai 100 gerai itu kami butuh Rp 300 miliar. Kami memang ada rencana MTN, tetapi dengan kondisi seperti ini kami hold dulu karena suku bunga juga naik. Kami hold mungkin sampai sebelum akhir tahun,” kata Sandra.

Sebelumnya, Hartadinata yang merupakan produsen dan penyedia perhiasan emas terintegrasi di Indonesia, memperkuat pemasaran, dengan meluncurkan portal perdagangan elektronik (e-commerce), www.hrta.store.

E-commerce ini mampu memperpendek waktu perputaran permintaan dan penyediaan desain perhiasan emas, yang merupakan faktor kunci dalam jual-beli perhiasan dari yang sebelumnya bisa 7 hari lebih, menjadi 1-2 hari. Platform ini ditujukan kepada wholeseller dan retailer Hartadinata, sehingga sifatnya masih business to business.

Hal ini merupakan realisasi dari strategi bisnis Hartadinata, di mana sekitar 2% dari total dana penawaran umum perdana (IPO) saham akan digunakan untuk membuat platform katalog digital untuk mempercepat pengiriman produk ke gerai ritel dengan memberikan desain produk terbaru secara real- time.

“Dengan e-commerce ini, gerai ritel dan pedagang grosiran bisa mendapatkan akses real-time ke platform e-commerce perusahaan yang menampilkan produk terbaru yang tersedia untuk pre-order. Gerai ritel juga bisa langsung meminta persediaan ulang dengan model terbaru dan pengiriman dalam hitungan hari,” ujar Sandra, beberapa waktu lalu.

 

Adapun seluruh proses pemesanan dan konfirmasi barang pesanan dapat dilakukan secara online. Perseroan juga memantau pendistribusian barang melalui e commerce, hrta.store, sehingga barang bisa dijamin sampai di tingkat ritel. Perseroan juga dapat melihat masukan dari konsumen mengenai perbaikan model produk agar sesuai dengan permintaan. (ajg)